Selasa, 13 September 2011

Sebuah Pengakuan

Ilahi lastu lilfirdausi ahla, walaa aqwa 'ala naaril jahiimi Fahabli taubatan waghfir dzunubi,  fainaka ghafirudz- dzanbil 'adzimi....

Duh Gusti... tidak layak aku masuk ke dalam sorga-Mu
tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
Maka kami mohon taubat dan mohon ampun atas dosaku
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa ....
Dzunubi mitslu a'daadir- rimali, fahabli taubatan ya Dzal Jalaali, Wa 'umri naqishu fi kulli yaumi, wa dzanbi zaaidun kaifa -htimali

Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai,
maka anegerahilah hamba taubat, wahai Yang Memiliki Keagungan
Dan umur hamba berkurang setiap hari,
sementara dosa-dosa hamba selalu bertambah, apalah dayaku
Ilahi 'abdukal 'aashi ataak, muqirran bi dzunubi wa qad di'aaka fain taghfir fa anta lidzaka ahlun, wain tadrud faman narju siwaaka

Duh Gusti... hamba-Mu penuh maksyiat, datang kepada-Mu bersimpuh memohon ampunan,
Jika Engkau ampuni memang Engkau adalah Pemilik Ampunan,
Tetapi jika Engkau tolak maka kepada siapa lagi aku berharap ?


                          C I N T A

Cinta datang dengan tiba2..
Tidak tau pada siapa untuk siapa dan dari mana asalnya???
Apa itu cinta terlarang aku pun tak mengenalnya,bagiku cinta ini sangat menyulitkan..
Dihadapkan antara 2 pilihan menyakiti atau disakiti..
Aku bukan orang munafik aq tak suka disakiti..
Tapi aku bukan orang jahat yang tega menyakiti orang lain..

Ku menyayangimu tapi aku tau aku salah..

Aku mencintaimu tapi aku tau kau dengannya..

Jika ku paksakan perasaan ini aku sangat merasa berdosa..
Namun hati kecilku berkata aq inginkan kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar